Pasti Bisa

TAP TAP TAP
            Hoosh…hossh..hoosh…
            Putri berlari dengan cepat menaiki anak tangga sambil membawa kantong besar berisi penuh dengan pom-pom. Tanpa kenal lelah, dia lari tergesa-gesa dari lantai 4 ke aula yang ada di lantai 1. BRAKK…Sesampainya di aula,dia langsung menaruh begitu saja kantong yang berisi penuh dengan pom-pom tersebut tepat di depan sinta,sang ketua ekskul cheerleaders.
            “Tuh Sin,pom-pomnya!” Ujar putri ketus sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
            Sinta menyilangkan kedua tangannya.”Ck…Lama banget sih lo! Kaya gitu aja udah cape. Yaudah, semuanya, ambil pom-pom kalian masing-masing. Kita mulai latihan!”      
Mendengar perintah Sinta, sepuluh anggota cheerleaders langsung mengambil pom-pom dan berdiri di posisinya masing-masing,termasuk Putri. Putri dan yang lainnya lalu mengikuti gerakan-gerakan yang diajarkan Sinta. Tapi Putri tidak bisa mengikuti dengan baik gerakan yang diajarkan Sinta. Alhasil, Sinta-pun marah ketika melihatnya.
           “Putri,lo gimana sih?! Bisa ngikutin gak sih lo? Gue bingung sama lo,dari awal lo masuk ekskul ini tuh gerakan lo gak pernah ada yang bener! Gimana sih lo?!” Omel Sinta.
          “Maaf Sin, gue ga terlalu bisa nari,jadi maaf kalo gue gak terlalu bisa ngikutin gerakan yang lo ajarin dengan benar.”
          “Ah bodo lah, gue cape ngajarin lo! Masa yang lain pada bisa ngikutin,giliran lo ga bisa-bisa!”Omel Sinta lagi. “Udahlah, kalo emang lo begini terus,lo keluar aja dari ekskul ini!”
          “Apa Sin? Keluar?” Tanya Putri kaget, dia menarik nafas panjang. Dia langsung melempar pom-pom yang ia pegang.”Ok kalau emang lo maunya gue keluar. Gue akan keluar! Lagipula gue cape diomelin terus sama lo!”
          Putri lalu mengambil tasnya di pojok ruangan dan pergi ke luar aula. Tampangnya saat itu sangat bete. Dia sedikit berlari kecil pergi menuruni tangga ke lantai dasar. Namun langkah cepatnya terhenti di tangga lantai satu ketika ia mendengar suara seseorang bermain musik di ruang musik yang terletak di samping tangga. Dia berdiri terpaku di  tangga, hanyut dalam alunan melodi musik yang mengalir masuk ke telinga.  
Putri berjalan pelan ke ruang tersebut. Di depan ruang musik,dia mengintip dari sela-sela pintu yang terbuka sedikit. Di dalam ruang musik ada seorang perempuan sedang bermain biola. Putri berdiri diam di depan pintu mendengar permainannya. Namun tak sengaja, Putri mendorong pintu ruangan tersebut sehingga menimbulkan seuara. Perempuan yang sedang bermain biola itupun langsung berhenti bermain. Perempuan tersebut melongok ke arah pintu,lalu ia pergi menghampiri putri.
          “Kamu siapa?”Tanya perempuan tersebut ke putri.
          “Ss..Saya Putri. Ma…Maaf saya udah ganggu.” Jawab Putri pelan.
          “Ganggu? Iya,kamu memang mengganggu saya!”
          “Ma..ma..maaf..Bukan maksud saya untuk ganggu kamu. Saya hanya senang senang mendengar permainan biola kamu.”
          “Kamu bias main biola?” Tanya perempuan itu lagi. Putri menatap perempuan itu lalu mengangguk pelan.
          “Sedikit.”
          “Coba mainkan biola ini! Perintah perempuan itu sambil memberikan biola yang ia pegang ke Putri. Dengan sikap yang bingung,Putri mengambil biolanya,lalu mulai memainkannya.
         “Permainanmu cukup bagus,tapi kaku.” Ujar si perempuan itu. Dia menjulurkan tangannya.            “Kenalin,aku Anastacia,kamu bisa panggil aku Ana.”
Putri menjabat tangannya Ana.”Putri. Ini biola kamu. Kamu kelas berapa?”
Tanya Putri sembari mengembalikan biolanya Ana. Ana mengmbilnya. “Aku kelas XII IPA 3. Kamu sendiri kelas berapa?”
         “Kelas XI IPA 2.” Jawab Putri.”Maaf ka,aku kok gak pernah lihat kakak ya selama aku sekolah disini?”
Ana tertawa.”Aku tuh anak baru di sekolah ini. Pas kenaikan kelas XII kemarin aku baru pindah,makanya kamu gak pernah lihat aku. Oya, ngomong-ngomong kamu udah lama ya ga main biola? Soalnya gerakan tangan kamu saat menggesek biola kaku banget.”
         “Iya ka,emang aku udah 2 tahun ga pernah main biola,soalnya biola punyaku aku jual untuk biaya sekolahku.”
          “Jadi begitu. Tapi kamu masih mau gak main biola? Belajar lagi kaya dulu gitu? Soalnya tuh permainan biola kamu bagus loh.”
          “Mau banget ka,tapi belajar sama siapa? Biola aja aku gak puya..”
          “Belajar sama aku..” Ajak Ana. Dia tersenyum lebar ke Putri. Ana pergi menghampiri lemari yang ada di pojok belakang. Ana mengambil satu biola yang tersimpan disitu. Setelah itu dia menghampiri Putri lagi dan kemudian memberikan biola miliknya ke Putri.
           “Kita belajar sama-sama ya. Kamu pakai biola milik aku,sedangkan aku main pakai biola milik sekolah. Ini ada salah satu aransemen karya Mozart yang cukup mudah untuk dimainkan,apalagi aku tahu kalo grade kamu tuh udah lumayan lah,sekitar grade7 atau 8 kalau aku lihat dari permainan biola kamu.”
           “Ka Ana sok tahu grade aku berapa.” Ujar Putri sambil tertawa kecil. Dia melihat lembaran kertas yang ditunjukkan Ana. Kertas berisi aransemen not balok karya Mozart.”Horn Concerto no 2? Itu mah susah ka…gampang dari mana?!”
           “Udahlah,jangan bilang susah kalau belum dicoba. Ayo kita mulai. 1…2…3..” Perintah Ana. Dihitungan ketiga,serempak mereka berdua memainkan biola mereka masing-masing. Permainan Putri memang sedikit kaku,tapi itu tertutupi dengan permainan biolanya Ana. Alunan music yang mengalir dari gesekan biola  mereka sangat lembut.
JJJ
             Semenjak perkenalan mereka yang tidak sengaja itu, Putri dan Ana pun menjadi seorang sahabat. Hari-hari mereka disekolah pun selalu diisi dengan latihan biola bersama di ruang music. Walau tak setiap hari, mereka selalu menyempatkan diri untuk latihan bersama-sama. Berkat itu, sekarang gerakan tangan Putri sudah tidak kaku lagi. Bahkan,permainannya kini lebih bagus dari Ana. Namun saying,walaupun permainan biolanya sudah bagus,dia masih belum mempunyai biola. Dia sangat ingin membeli biola,tapi dia tidak punya cukup uang untuk embelinya. Karena itu,sampai sekarang dia selalu memakai biolanya Ana atau biola milik sekolah bila ingin latihan.
              “Tapi beruntungnya Putri,dia mempunyai sahabat yang sangat baik. Karena, dihari ulang tahunnya Ana memberikan hadiah sebuah biola untuk Putri. Betapa Putri sangat senang menerimanya.
              “Ka Ana…Makasih ka..makasih banget buat biolanya. Kakak baik banget sama aku. Aku harus ngebales kebaikan kakak dengan cara apa? Kakak udah terlalu baik sama aku..”
Ana tertawa kecil.”Kamu mau balas kebaikan aku?Mm…Boleh aja sih. Gimana kalau gini aja,kamu tampil di acara ualng tahun sekolah jadi pengisi acara. Kita featuring. Kamu harus mau! Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau balas kebaikan aku?hehehe:D”
             “A…apa? Tampil di acara ulang tahun sekolah? Ka Ana…Aku tampil gitu? Gak,gak,gak mau ka…Gak mau!”
            “Yaudah kalau emang gak mau. Biolanya sini balikin!”
            “Hah? Biolanya balikin? Ah…kakak jangan..”Rengek Putri.”Yaudah deh aku mau..”
           “Nah,gitu dong..hehehe.”
JJJ
            Hari gladi resik. Putri dating ke sekolah untuk gladi resik bersama ka Ana dan anak-anak dari ekskul lainnya yang ikut tampil menjadi pengisi acara. Saat di sekolah, Putri pergi ke ruang music, namun saan menaiki tangga ke lantai satu,dia dihadang Sinta.
           “Mau ngapain lo ke atas?” Tanya Sinta ketus.
          “Yam au gladi resik lah buat besok…” Jawab Putri.
           “Oh iya,lo juga jadi salah satu pengisi acara ya? Pasti karena lo minta sama Ka Ana. Secara gitu kalo minta sama anak ketua yayasan sekolah kita ini,apa sih yang gak bisa? Lagipula,apa coba yang mau lo tampilin? Lo kan gak punya kemampuan apa-apa!”
          “Lo tuh gak tahu gue! Jadi jangan pernah ngatain gue deh lo! Mending lo urusin diri lo aja,jangan ngurusin gue! MINGGIR!” ujar Putri ketus lalu pergi begitu saja melewati Sinta.
          “Kurang ajar lo put! Liat aja besok,semua orang pasti bakal ngetawain lo!”
JJJ
           Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Putri dan Ana sedang bersiap-siap di aula bersama-sama dengan ekskul lainnya. Mereka tampil di lapangan sekolah. Merka berdua akan tampil setelah penampilan dance, cheerleaders,dan perkusi.
           “Putri,kita udah di panggil,ayo cepet ke atas panggung!” Ujar Ana. Putri mengangguk pasti.
Mereka berduapun naik ke atas panggung. Tepuk tangan meriah mengikuti mereka.
            “Kami akan memainkan salah satu aransemen karya J.S. Bach yang berjudul Concerto Brudenberg no. 1. Selamat menyaksikan.”
            Mereka mulai memainkan biola mereka bersama-sama. Alunan melodi dari gesekan biola mereka mengalun dengan indah,menghipnotis para penonton yang mendengarnya. Suasana saat itu begitu sunyi,yang terdengar hanyalah music yang mendayu-dayu. Mereka sangat menjiwai permainan biola mereka. Namun, ditengah-tengah permainan, senar biola punya Putri putus. Sinta yang melihatnya dari kejauhan tertawa senang, karena penampilan Putri saat itu bisa dibilang gagal. Tapi, di sisi lain,ternyata Putri tidak langsung menghentikan permainannya,tetapi terus memainkan permainan biolanya dengan cara memetik senar biolanya yang tidak putus. Teknik itu adalah teknik dasar dalam bermain biola. Walau dia memainkan biolanya dengan cara dipetik, alunan melodi yang dilantunkan oleh petikkan biolanya Putri sangat indah. Begitu melihat Putri melakukan hal itu, Sinta tambah kesal.Dia langsung pergi dari tempat duduknya, karena tidak mau melihat penampilannya putri.
               Begitu Putri dan Anna selesai memainkan biola mereka, tepuk tangan yang diberikan penonton sangat meriah. Tak ada satupun dari mereka yang kecewa dengan penampilan Putri dan Anna. Setelah memberi hormat tanda terima kasih, Putri dan Anna langsung turun dari panggung.
              " Ka Anna, aku seneng banget,ternyata mereka semua senang dengan penampilan kita,walau tadi senar biolaku putus,tapi untungnya aku bisa mengatasinya ka..." Ujar Putri senang.
              " Iya, kakak juga seneng put, untungnya kamu bisa ngatasin masalah biola kamu ya." Jawab Anna. " Oya,bener kan apa yang kakak bilang,kalau kita mau bersungguh-sungguh,kita pasti bisa melakukannya!"
              " Iya ka. Kita pasti bisa kalu kita berniat...hehehe"


cerpen "2 Merpati"


Aku adalah salah satu makhluk yang diciptakan Tuhan dengan bentuk fisik yang sempurna. Mempunyai mata, hidung, telinga, dan anggota tubuh lainnya dengan lengkap. Tidak ada satu kekurangan-pun pada bentuk fisik tubuhku, dalam kata lain aku tidak cacat. Selain itu, aku juga mempunyai kehidupan yang cukup menyenangkan. Karena aku mempunyai dua sahabat yang sayang kepadaku, seorang pacar yang sangat mencintaiku, dan prestasi belajar yang sangat memuaskan di sekolahku.
Tetapi aku kurang bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan, padahal tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang sudah aku raih. Selain itu, aku juga tidak sadar bahwa hidup itu tidak selamanya mulus, ada kalanya kita senang, sakit, susah, dibawah, dan di atas. Seperti halnya roda yang selalu berputar.
Namaku Azzahra Amadita Sari. Sejak kecil aku terlahir normal, tanpa ada cacat sedikitpun. Tetapi, takdir berkata lain. Sekitar satu tahun yang lalu, aku mengalami sebuah kecelakaan mobil. Akibat kecelakaan itu, aku mengalami kebutaan karena terkena pecahan kaca mobil yang menghantam wajahku. Terlebih lagi, aku terkena penyakit yang bernama Sindroma Gullaine-Barre. Sebuah penyakit yang menyerang syaraf tepi yang mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kakiku.
Jujur, sedih memang kalau aku memikirkan kenapa hal ini terjadi kepadaku. Aku kira, kehidupanku sebelum dan sesudah kecelakaan sama. Namun, aku salah. Kedua sahabatku yang kukira mau menerima keadaanku yang sekarang, pergi begitu saja meninggalkanku. Begitupun dengan kekasihku. Alasan mereka meninggalkanku-pun sangatlah sepele, yaitu mereka malu mempunyai sahabat atau pacar yang cacat seperti aku.
Disaat aku tahu alasan mereka meninggalkanku karena hal itu, hatiku terasa seperti teriris-iris. Sakit, kecewa, dan marah, itulah yang aku rasakan. Seringkali aku mengeluh kepada Allah, kenapa Allah begitu tidak adil kepadaku? Kenapa Allah membuatku cacat seperti ini, sehingga teman-temanku pergi meninggalkanku. Kenapa, kenapa, dan kenapa? Kata-kata yang sangat sering aku lontarkan kepada Allah ketika rasa putus asa menguasai diriku.
JJJJJ
Sebulan yang lalu…
Aku duduk terdiam di kursi rodaku, menatap lurus kedepan, walau yang kulihat hanyalah kegelapan belaka. Aku mendengarkan keadaan di sekitarku, sunyi senyap. Aku menggerakkan kursi rodaku, entah kearah mana, tapi yang pasti, aku berusaha mencari meja belajarku dengan meraba-raba sekelilingku. Aku menggerakkan kursi rodaku kesegala arah, sampai akhirnya. BRRAAKK… aku menabrak sesuatu. Aku meraba-raba benda apa yang telah aku  tabrak, dan sangat beruntunglah aku. Ternyata benda yang ku tabrak adalah meja belajarku. Aku membuka laci meja belajarku, mengobrak-abrik semua barang yang ada di dalamnya. Ketika benda yang kucari telah ketemu, aku mengambilnya.
Tanganku gemetar ketika memegang benda tersebut. “Apa aku…Ya, aku yakin akan keputusanku ini.”
Krrek…suara benda yang aku pegang, yang dimana benda tersebut adalah sebuah kutter. Dadaku berdegup kencang, tapi aku yakin akan keputusanku ini. CRRAAT.. darah menetes dari pergelangan tanganku. Aku terdiam, bertanya dalam hati kenapa aku belum juga mati. Dan pada saat itu juga, sebuah ide gila terlintas dipikiranku. Aku memegang kutter dengan sangat erat, bersiap menusukkan kutterku,dan…
“ZAHRA…APA-APAN KAMU??!!” Bentak seseorang. Aku tidak tahu siapa orang tersebut, karena aku tidak begitu mengenal suaranya. Tapi yang pasti, dia mengambil kutter yang kupegang. “Kamu mau bunuh diri?!huh..?!”
“Kalau iya kenapa?” Kataku ketus. “Lagipula, siapa kamu?”
“Aku Farid, tentu kamu masih ingat denganku kan?” Tanyanya dengan nada suara yang lebih lembut dibandingkan ucapannya tadi. Aku terdiam, teringat ketika syukuran ulang tahun perusahaan ayahku. Ya…dia, Farid Sabilach, satu-satunya orang yang waktu itu mengajakku mengobrol tanpa canggung sedikitpun akan keadaanku.
“Ya, aku masih ingat.” Jawabku pelan.”Ngapain kamu kesini?”
“Aku kesini ingin menjengukmu.” Katanya, lalu aku merasa kalau dia memegang tangan kiriku. “Kamu menyayat tanganmu? Kenapa kamu melakukannya?”
“Aku ingin mati! Aku sudah muak dengan kehidupanku yang sekarang! Aku CACAT! Hanya  untuk melakukan hal-hal yang bersifat pribadi saja, aku tidak mampu melakukannya sendiri, aku sekarang tidak bisa sekolah lagi, bahkan tidak ada satu orang pun yang mau menemaniku atau berteman denganku, jadi untuk apa aku hidup?!!” Kataku ketus.
“Mati? Pendek sekali pikiranmu Zahra. Mati bukanlah hal yang patut kamu lakukan hanya karena kamu tidak sanggup menjalani cobaan yang telah diberikan Allah untukmu. Ingat Zahra, kamu toh masih bisa melanjutkan sekolahmu lagi, kamu bisa menuntut ilmu di sekolah khusus penyandang cacat fisik. Selain itu, kamu juga masih mempunyai keluarga yang selalu ada untuk kamu, apapun keadaanmu, dan tentu saja Allah SWT. Dia selalu ada untukmu Zahra.”
“Allah? Apa aku tidak salah dengar? Kalau memang Dia ada untukku, kenapa Dia tidak mengabulkan doa-doaku? Padahal doa-ku hanya satu, aku ingin sembuh. Tidak cacat lagi! Tapi apa?? Bukan kesembuhan yang aku dapat, tapi kekecewaan!!”
“Semuanya butuh proses dan perjuangan. Mungkin saja Allah belum mengabulkan doamu karena kamu sendiri belum mencoba untuk merubah sikap burukmu. Mungkin ini suatu teguran untukmu agar kamu menjadi lebih baik! Asal kamu tahu Zahra, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Jelasnya panjang lebar.
“Tunggu disini, aku mau mengambil obat merah dulu untuk mengobati lukamu.” Kata Farid lagi.
Aku terdiam, termangu, ketika Farid mengatakan semua itu kepadaku. Aku terus memikirkan maksud dari perkatan Farid tadi. Apa iya semua ini adalah suatu teguran dari Allah untukku??
JJJJJ
Citt…Citt… suara kicauan burung memeriahkan suasana pagi hari ini,udara begitu sejuk. Aku tahu kalau sekarang pagi karena beberapa menit yang lalu adzan subuh berkumandang. Aku melaksanakn salat subuh dengan bantuan kakakku, Ka Wina. Selama keadaanku seperti ini, Ka Wina-lah yang selalu membantuku berwudhu dan menunjukkan arah kiblat apabila aku ingin salat.
Sejak kejadian sebulan yang lalu, aku mulai berusaha untuk merubah diri. Bukan karena Farid, aku berusaha merubah sikapku menjadi lebih baik, tetapi karena semua hal yang pernah Farid ajarkan kepadaku. Aku mulai menyadari bahwa aku harus berubah dan aku harus selalu ber-husnudzan kepada Allah SWT dikala Farid mengatakan bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. Laksana roda berputar ia diumpamakan. Warna-warni kehidupan yang dihasilkan, membawa pesan dan kesan bagi yang memikirkan. Hari ini kesedihan yang didapatkan, mungkin besok kebahagiaan dalam genggaman. Jika keinginan belum terwujudkan, baik sangkalah kepada Allah SWT tetap dipertahankan.
Rasul berpesan, katanya engkau sayang pada-Ku, mengapa ragu untuk mengikutiku. Padahal engkau tahu, islam sesuai sunnah itu agama-Ku. Mungkinkah engkau takut terhina bersama-Ku, atau terusir dari keluargamu, atau takut kehilangan dunia dan teman-temanmu, atau takut terasing ditengah kaummu? Jika benar keridhoan Allah adalah tujuanmu dan keselamatan akhirat adalah cita-citamu, segera benahi sikapmu sebelum ajal menjemputmu. Sebuah kata-kata yang sangat sederhana, tapi mampu menusuk jiwa. Menyadarkan hati yang kalut akan keputusasaan akibat cobaan yang menerpa.
Disaat suara mobil sudah menderu-deru di luar, aku meminta Ka Wina untuk mengantarku ke teras depan.“Sudah diteras nih. Tumben banget, pagi-pagi kamu meminta kakak untuk mengantarmu ke teras. Gak biasanya?” Tanya Ka Wina dengan nada meledek.
“Ah…Ka Wina, aku cuma ingin menghirup udara segar di pagi hari aja, habis kalau di dalam terus kan bosen.” Jawabku.
“Yakin Cuma itu alasannya? Bilang aja kamu lagi nungguin Farid kan?”
“Ih…apaan sih ka…Gak kok, aku gak nungguin Farid.” Elakku.
“Bener nih?” Tanya Ka Wina. “Kamu suka ya sama Farid?”
Aku tersenyum kecil. “Iya deh, iya… Aku emang nungguin Farid. Tapi kalau aku ditanya suka atau gak sama Farid, jujur, aku ga suka sama dia.”
“Kalau kamu emang gak suka, kenapa kamu sangat senang kalau Farid datang?”
“Kerena, orang yang selama ini menyemangatiku, menghidupkan tawaku lagi, dan mengajarkanku akan arti hidup yang sesungguhnya, masih mau menemuiku. Faridlah satu-satunya sahabatku sekarang Ka Wina.”
“Hhh.. Jadi itu alasannya. Sekarang kakak mengerti.” Ujar Ka Wina.” Ekhm.. Orang yang kamu tunggu-tunggu sudah datang tuh.”
“Assalamualaikum…” Salam dari Farid.
“Wa’alaikumussalam…” Jawabku dengan Ka Wina bersamaan.
“Pagi-pagi udah pada duduk-duduk di teras aja nih?!” Ledek Farid.
“Hehe…Iya nih rid, nemenin Zahra. Katanya bosen kalau di dalam terus.” Jawab Ka Wina. “Oya rid, kakak masak dulu ya.”
“Iya ka.” Jawab Farid. Setelah Ka Wina masuk kedalam rumah, aku dan Farid mengobrol dengan serunya. Candaan demi candaan pun keluar dari perkataan yang Farid lontarkan. Tapi ditengah-tengah obrolan, Farid memberikan sesuatu kepadaku.
“Apa ini?” Tanyaku sembari meraba-raba benda apa yang diberikan Farid. “Kain?”
“Bukan, itu jilbab.” Jawabnya. Aku terdiam. Jilbab? Untuk apa Farid memberiku jilbab? Apa dia ingin agar aku memakainya?
“Tidak perlu kamu pakai sekarang. Pakailah apabila kamu sudah siap.” Ujar Farid lagi, seperti tahu apa yang baru saja aku pikirkan.
Aku tersenyum. “Syukron ya Farid buat jilbabnya.”
“Iya sama-sama.” Jawab Farid.
“Aku juga punya sesuatu untuk kamu.” Kataku sambil mengambil gantungan berbentuk merpati dari dalam kantung celanaku. Aku memberikannya pada Farid.”Ini untuk kamu.”
Farid mengambil gantungannya. “Gantungan?”
“Iya, sebenarnya aku punya dua, tapi yang satunya aku simpan. Walaupun hanya sebuah gantungan, tetapi memiliki makna yang sangat istimewa.”
“Apa itu?” Tanya Farid penasaran.
“Kamu pasti tahu kalau merpati itu lambang kesetiaan, aku memberikannya satu untukmu sebagai tanda persahabatan kita. Aku ingin persahabatan kita bisa terjalin untuk selamanya, apapun yang terjadi. Seperti halnya merpati yang setia pada sahabat hidupnya.”
“Jadi itu alasannya. Terima kasih ya. Insyaallah persahabatan kita bisa terjalin untuk selamanya.” Kata Farid.” Zahra, silau nih di luar…Kita masuk kedalam yuk…”
“Iya.” Jawabku. Kemudian Farid mendorong kursi rodaku kedalam rumah.
JJJJJ
Setengah tahun sudah terjalinnya persahabatanku dengan Farid. Sekarang aku mulai mensyukuri apa yang telah aku dapatkan. Aku sangat bersyukur bisa mempunyai sahabat seperti Farid, terlebih lagi aku mendapat kabar gembira. Yaitu, dokter yang menangani penyakitku selama ini mengatakan kalau aku bisa sembuh dari penyakit Sindroma Gullian-Barre yang aku derita, dan aku mendapatkan donor mata.
Sungguh, aku sangat bersyukur atas apa yang aku dapatkan. Ternyata Allah mengabulkan doaku, seperti yang pernah Farid katakan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa hambanya yang sabar dan tawakal. Namun disisi lain, aku sedih. Kenapa ya Farid sekarang tidak pernah meluangkan waktunya untukku, aku tidak berharap dia main setiap hari kerumahku seperti hari-hari sebelumnya, tapi kan setidaknya dia bisa menelponku.
Padahal aku sangat ingin memberitahukan berita bahagia ini kepadanya. Tapi, yah… mungkin dia sibuk dengan kuliahnya. Aku juga tidak boleh egois kan??!
JJJJJ
Hari ini tepat hari dimana aku akan menjalani operasi mataku, dan tepat hari ini pula aku berharap Farid bisa menemuiku atau sekedar menelponku. Karena sudah satu bulan kita miss contact. Tik tok… Suara jam dinding berdetik, aku masih tetap menunggu Farid. Kata Ka Wina, operasiku akan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan kata Ka Wina, sekarang sudah pukul 09.30 WIB. “Farid kemana sih?” Pikirku. Ternyata yang aku harap-harapkan terjadi juga. Ka Wina memberitahuku bahwa Farid memberikan sebuah video lewat e-mailnya Ka Wina. Jujur, aku sedikit kecewa karena Farid hanya mengirimkan sebuah video, tapi ya sudahlah, daripada gak sama sekali. Ka Wina lalu memutar video tersebut.
“Zahra, semoga operasinya lancar aja ya, aku akan mendoakanmu dari sini. Maaf, sudah lama aku tidak menemuimu atau bahkan menelponmu, karena aku sedang sibuk mempersiapkan kepindahanku ke Australia, tentu kamu sudah tahu kan kalau aku mau pindah kuliah di Australia? Bahkan sekarang aku tidak bisa menemuimu hari ini karena opa-ku meninggal dunia. Sekali lagi maafin aku ya Zahra, maaf.” Klik. Hanya suara itulah yang dapat aku dengar, tanpa bisa bertemu dengan Farid.Tapi tak apalah, walaupun begitu berarti Farid masih peduli denganku. Jam mungkin sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, karena dokter membawaku masuk ke ruang operasi. Sebelum operasi dimulai, tidak lupa aku membaca basmallah, meminta keridhoan Allah atas operasi yang akan aku lakukan.
JJJJJ
Tiga hari setelah operasi, tibalah saatnya penutup mataku akan dibuka. Dadaku berdegup keras, apakah aku akan bisa melihat lagi? Tapi aku yakin, aku pasti bisa melihat lagi. Setelah balutan kasa dan kapas yang menutup mataku dilepas, aku membuka mata secara perlahan-lahan. Saat kedua mataku sudah terbuka, secercah cahaya masuk ke dalam retina mataku. Alhamdulillah, aku bisa melihat lagi. Aku dapat melihat kalau didepanku ada mama, papa, Ka Wina, suster, dan seorang dokter, mereka tersenyum kepadaku. Aku-pun membalas senyuman mereka dengan senyuman bahagia.
JJJJJ
Terlihat laptop punyanya Ka Wina tergeletak di meja yang ada di ruang keluarga. Rasa iseng dalam diriku pun muncul. Aku menggerakkan kursi rodaku kearah meja untuk mengambil laptop Ka Wina. Saat kubuka laptopnya, ternyata Ka Wina sedang menyetel sebuah video, tapi di stop. Akupun mengklik play video tersebut dan sebuah gambarpun muncul.
Gambar tersebut adalah gambar seorang laki-laki yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur yang ada di rumah sakit. Dia memakai selang oksigen dan alat pendeteksi detak jantung didadanya. Aku tidak mengenal laki-laki tersebut, tetapi saat di bicara, jantungku berdetak cepat. Aku menonton video tersebut sampai habis, dan tepat pada detik terakhir, Ka Wina datang.
“Zahra! Kamu…” Bentak Ka Wina, dia pergi menghampiriku dan langsung mengambil laptop yang aku pegang. “Apa kamu…”
Bibirku bergetar, aku menapat tajam Ka Wina. “Apa itu Farid ka? Yang di video itu Farid?”
Ka Wina hanya diam, dia menundukkan kepalanya.
“Jawab aku ka… Apa dia Farid?” Tanyaku sekali lagi. “Jawab aku ka!”
“I..I…Iya,dia Farid.” Jawab Ka Wina.
“Dia sakit ka? Sakit apa? Sekarang keadaannya gimana? Kenapa kakak gak pernah ngasih tahu aku kalau dia sakit?”
“I..Iya, dia sakit. Farid sakit kanker paru-paru.” Jawab Ka Wina.” Maafin kakak, kakak gak ngasih tahu kamu kalau Farid sakit karena dia sendiri yang meminta kakak untuk tidak memberitahu kamu.”
“Sekarang keadaannya Farid gimana ka?” Tanyaku cemas.
“Di..Dia..Dia sudah meninggal ra.” Jawab Ka Wina sambil menitikkan air mata.
Nafasku tercekat, jantungku seakan berhenti berdetak saat Ka Wina mengatakan kalau Farid meninggal.”k..kka..kk..kapan?”
“Dia meninggal dua hari sebelum operasimu.”
“Dua hari sebelum operasi?Apa jangan-jangan, mata ini…”
“Ya…Itu matanya Farid. Dia yang mendonorkan mata untukmu ra…”
Seketika itu juga, tangisku pecah. Aku terisak-isak. Tidak mungkin Farid meninggal! Tidak mungkin! Kenapa ya Allah?Kenapa ini harus terjadi? Aku bahkan belum pernah melihat Farid secara langsung ya Allah. Kenapa ya Allah?Kenapa dia harus meninggal?
Aku mengusap air mataku.”Bisa kakak mengantarku ke tempat dimakamkannya Farid?”
Ka Wina Menatapku. “Ya, kakak bisa. Kakak akan mengantarmu ke makamnya Farid.”
Setelah mengambil kerudung, aku bergegas pergi kemakamnya Farid bersama Ka Wina dengan menggunakan mobilnya papa. Sesampainya disana, aku langsung memanjatkan doa untuk Farid, setelah aku mendoakannya, aku menaburkan bunga di makamnya.
Terima kasih Farid atas apa yang telah kamu lakukan kepadaku, dan kamu ajarkan kepadaku, aku akan selalu mengingatnya. Insyaallah, kita nanti akan bertemu kembali… Pada saat itu aku bisa melihatmu secara langsung dan berterima kasih kepadamu. Walau sekarang aku tidak bisa melihatmu, tapi aku tahu kamu bisa melihatku, dan pada saat itu, kamu akan melihatku memakai jilbab. Karena sekarang, aku sudah siap…






staf dan para pengajar Hogwarts School




    • Profesor Albus Dumbledore
      Kepala Sekolah Sihir Hogwarts. Sebelumnya menjabat sebagai guru Transfigurasi saat Tom Marvolo Riddle (Lord Voldemort) masih bersekolah di Hogwarts. Ia memiliki seekor burung phoenix bernama Fawkes dan dahulu, Dumbledore-lah yang menitipkan Harry pada keluarga Dursley. Di akhir buku ke-enam, Dumbledore dibunuh oleh Severus Snape dengan mantra Avada Kedavra.
    • Profesor Minerva McGonagall
      Wakil kepala sekolah yang mengepalai Asrama Gryffindor. Guru Transfigurasi pada masa Harry bersekolah. Ia dikenal mempunyai karakter bijak, tegas, dan adil. Belakangan, ia menjadi kepala sekolah setelah Dumbledore terbunuh.
    • Profesor Filius Flitwick
      Guru Jimat dan Guna-guna (en: Charms, selanjutnya diterjemahkan sebagai Mantra). Perawakannya cebol--kemungkinan keturunan goblin--dan bersuara nyaring. Mengepalai Asrama Ravenclaw.
    • Profesor Pomona Sprout
      Guru Herbologi yang mengepalai Asrama Hufflepuff. Ia selalu berpenampilan kusut, berantakan dan pakaian yang dikenakannya biasanya terdapat noda tanah atau lumpur.
    • Profesor Severus Snape
      Guru ramuan yang sejak kedatangan Harry sudah membencinya seperti dulu Snape membenci ayahnya (James Potter). Ia memiliki kepercayaan penuh Dumbledore walaupun ia adalah bekas Pelahap Maut namun belakangan diketahui ia adalah agen ganda dan kemudian membunuh Dumbledore (di Pangeran Berdarah=Campuran). Pada buku ketujuh kemudian diketahui bahwa ia membunuh Dumbledore atas permintaan Dumbledore sendiri, dan Snape pernah beberapa kali menyelamatkan Harry Potter, dan Snape dibunuh oleh Voldemort. Dulu saat ia masih menjadi murid Hogwarts, ia adalah musuh bebuyutan James Potter dan kelompoknya, tapi ia juga pernah diselamatkan oleh James Potter saat ia menyusup ke pondok menjerit untuk mengintip Lupin yang sedang bertransformasi menjadi manusia serigala.
    • Profesor Binns
      Guru Sejarah Sihir, satu-satunya guru berwujud hantu. Diceritakan bahwa dulunya dia meninggal ketika duduk di depan perapian dan tak pernah sadar bahwa dirinya sudah mati meskipun sudah menjadi hantu. Binns mengajar dengan cara yang monoton sehingga kebanyakan murid tertidur di kelasnya.
    • Profesor Sibyll Patricia Trelawney
      Guru Ramalan. Cara bicaranya dramatis dan suka sekali meramalkan kematian murid-muridnya (salah satunya adalah Harry). Dia adalah peramal yang dahulu pernah menyampaikan ramalan tentang Voldemort dan Harry kepada Dumbledore.
    • Profesor Anna Vector
      Guru Arithmancy.
    • Profesor Sinistra
      Guru Astronomi.
    • Profesor Quirrell
      Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun pertama Harry. Ia adalah remaja yang canggung dan cara bicaranya terbata-bata. Ia merupakan orang yang berhasil dipengaruhi Voldemort untuk menjadi induk semangnya. Tubuhnya hancur di ruangan Batu Bertuah.
    • Profesor Gilderoy Lockhart
      Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun kedua Harry. Ia adalah seseorang yang sangat sombong namun terkenal dan memiliki banyak penggemar. Buku-buku yang berisi petualangannya melawan sihir hitam semuanya adalah bohong. Ia hanya mendengar pengakuan atau cerita dari orang-orang yang melakukan hal tersebut lalu menjadikannya buku, dengan tokoh utama (yang melawan sihir hitam) adalah ia sendiri. Satu-satunya mantra yang dikuasainya dengan baik yaitu Jampi Memori. Tapi saat ia akan menyerang Harry Potter dengan jampi memori-nya, mantra itu malah mengenai dirinya (karena tongkat yang ia gunakan adalah tongkat Ron Weasley yang direkatkan dengan selotip) di Kamar Rahasia
    • Profesor Remus John Lupin
      Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun ketiga Harry. Ia adalah seorang manusia serigala (digigit oleh manusia serigala bernama Fenrir Greyback saat masih kecil). Salah satu sahabat dekat James Potter, ayah Harry. Ia mengundurkan diri dari Hogwarts pada akhir tahun ajaran karena identitasnya sebagai manusia serigala terbongkar.
    • Profesor Alastor "Mad-Eye" Moody palsu
      Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun keempat Harry. Sebenarnya adalah Barty Crouch Jr. yang menyamar dengan Ramuan Polijus. Dialah guru yang memasukkan nama Harry ke dalam Piala Api dan memberi petunjuk padanya sepanjang tugas-tugas Turnamen Triwizard.
    • Profesor Dolores Jane Umbridge
      Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam saat tahun kelima Harry. Merupakan karyawati Kementerian Sihir dengan jabatan Asisten Senior Menteri. Setelah masuk Hogwarts, dia diangkat oleh Menteri Sihir [Cornelius Fudge] sebagai Inkuisitor Agung Hogwarts yang berhak membuat peraturan dan dekrit, dan pada akhirnya, menjadi Kepala Sekolah Hogwarts. Perawakannya digambarkan seperti kodok besar dengan mata berkantung. Karakternya sangat jahat, lebih jahat dibandingkan dengan Snape. Pada akhirnya dia keluar dari Hogwarts karena stress(?) setelah dihadapkan dengan sekawanan centaurus.
    • Profesor Horace Slughorn
      Guru Ramuan pada tahun keenam Harry. Merupakan salah satu sahabat lama Dumbledore yang dulunya merupakan murid Slytherin. Meskipun begitu, sikapnya menyenangkan dan suka berpesta. Ia adalah guru yang membeda-bedakan murid yang satu dengan yang lain. Ia sering tidak menganggap kehadiran Ronald Weasley. Prof. Slughorn adalah orang yang suka damai. Anak-anak yang dipandangnya memiliki kelebihan akan diundang ke pesta pribadinya dan langsung dijadikan anggota The Slug Club.
    • Argus Filch
      Pengurus Hogwarts yang dianggap menyebalkan oleh para murid karena menyukai segala kesempatan yang memungkinkannya menghukum mereka. Selalu berpakaian kumal dan compang-camping. Mempunyai seekor kucing bernama Mrs. Norris. Filch adalah seorang Squib (penyihir yang tidak bisa mengeluarkan kemampuan sihirnya).
    • Rubeus Hagrid
      Keturunan raksasa yang menjadi pemegang kunci dan pengurus halaman Hogwarts. Merupakan sahabat baik Harry, Ron, dan Hermione. Mempunyai kecintaan berlebihan pada hewan-hewan berbahaya. Tinggal di sebuah gubuk di depan Kastil Hogwarts dan memiliki anjing peliharaan bernama Fangs. Dia adalah orang yang menjemput Harry dari kediaman keluarga Dursley dan membawanya ke Stasiun King's Cross untuk selanjutnya pergi ke Hogwarts untuk pertama kalinya. Hagrid kemudian diangkat menjadi guru Pemeliharaan Satwa Gaib menggantikan Profesor Kettleburn. Di tahun ketiganya menjadi murid Hogwarts, ia dikeluarkan dengan tuduhan melepaskan monster Basilisk, tapi ia tetap diijinkan tinggal di Hogwarts sebagai pengawas binatang liar.
    • Profesor Kettleburn
      Mantan guru Pemeliharaan Satwa Gaib.
    • Madam Pince
      Pustakawati perpustakaan Hogwarts. Galak dan amat taat pada peraturan.
    • Madam Poppy Pomfrey
      Penyembuh (kalangan penyihir tidak mempergunakan istilah "dokter" melainkan "penyembuh" dan mengartikan istilah "dokter" sebagai "orang yang suka memotong-motong orang") di rumah sakit Hogwarts.
    • Madam Hooch
      Guru pelajaran terbang yang khusus mengajari murid-murid terbang dengan sapu terbang di tahun pertama, juga merupakan wasit tetap pertandingan Quidditch antar-asrama di Hogwarts.
    • Firenze
      Seekor centaurus penghuni Hutan Terlarang yang untuk sementara menggantikan Profesor Trelawney sebagai guru Ramalan pada tahun kelima Harry.

      Sinopsis Harry Potter and The Deatly Hallows




      video

      MENINGGALKAN RUMAH DURSLEY

      Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.
      Atas informasi dari Severus SnapeLord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.
      Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak sihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada penutup" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan horcrux-horcrux (suatu wadah di mana seorang Penyihir Hitam menyembunyikan bagian dari jiwanya untuk tujuan mencapai keabadian) Voldemort.
       

      PENCARIAN HORCRUX

      Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur DelacourPatronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate (berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang singkat), dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.
      Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Voldemort dan Nagini (ular peliharaan Voldemort). Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.
      Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap..
       

      RELIKUI KEMATIAN

      Simbol Relikui Kematian (the Deathly Halows)
      Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat digunakan oleh Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relikuit Kematian (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.
      Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean ThomasOllivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya. Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.
      Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.


      PERTEMPURAN HOGWARTS


      Di HogsmeadeAberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred WeasleyRemus LupinNymphadora Tonks, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry. Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh MalfoyCrabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre (kutukan yang berentuk api yang biasanya kutukan itu menyerupai mahluk2 gaib seperti Chimaer dan Naga) yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri tapi juga menghancurkan mahkota itu.
      Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore. Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.
      Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanyaSirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia" atau kembali hidup di dunia.
      Harry hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh Hagrid untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakaikan dirinya sendiri Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut masuk dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam puri, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.
      Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang telah patah.  

      EPILOG
      Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James SiriusAlbus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.
      Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berciuman dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."
      Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.
      Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. Ia memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.
      Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.
      Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.















      Hogsmeade

      1. The Three Broomstick
      Begitu memasuki Hogsmeade, toko inilah yang paling mudah untuk ditemui. Madam Rosmerta memiliki resep-resep khusus yang membuat para pengunjung selalu kembali untuk memesan Butterbeer, Mead (minuman alkohol dari madu), bahkan sirop ceri, rum currant merah, dan Gillywater benar-benar menggoyang lidah. Harga pun terjangkau. Tempat minum paling nyaman dan paling bersih di Hogsmeade lengkap dengan Madam Rosmerta yang ramah dan cantik. Berikut resep Butterbeer dari Madam Rosmerta. Semoga ketika Anda mencobanya, rasanya akan benar-benar seenak buatan Madam Rosmerta.
      BUTTERBEER
      Bahan :
      • 1 gelas (8 ons) club soda /cream soda
      • ½ gelas (4 ons) sirup butterscotch (gula-gula yang terbuat dari gula merah dan mentega) atau boleh diganti ice cream topping
      • ½ sendok teh mentega

      Langkah-Langkah :
      1. Siapkan masing-masing 8 ons butterscotch dan mentega ke dalam dua gelas. Masukkan ke dalam microwave dengan suhu tinggi selama 1 sampai 1½ menit atau sampai butterscotch bergelembung dan butter menggumpal/ kental.
      2. Campur keduanya dan dinginkan selama 30 detik, kemudian campurkan dengan club soda. Aduk perlahan.
      3. Sajikan selagi hangat. Ketagihan secara permanen tidak ditanggung!

      2. Honeydukes Sweetshop
      Ambrosius Flume memiliki toko permen paling lengkap sedunia. Tokonya penuh rak hijau tua dengan stoples penuh permen mengejutkan. Potongan-potongan krim nogat, permen kelapa merah muda bening, toffe besar warna madu, beratus-ratus jenis cokelat, Siput Jelly, sampai Cuka Meletup yang dapat membuat lidah berlubang. Yang paling diminati adalah Kacang Segala Rasa Bertie Botts yang dituang di dalam tong besar di pojok depan toko. Tong lain berisi Kumbang Berdesing—permen yang dapat melayang dan tong Kerumunan Kecoak yang berantena. Di suatu ruangan terdapat permen-permen dengan special effect : Permen Karet Tiup Drooble (permen karet dengan gelembung biru yang sulit meletus), Benang Gigi Segar Rasa Mint, Merica Setan, Pepermin Kodok, Permen Pena Bulu yang dapat dipakai mengelabui guru alih-alih sedang mencatat pelajaran, Tikus Es, dan permen yang meledak. Di sudut toko paling jauh terdapat permen Rasa-Rasa Aneh. Tentu saja, harga terjangkau.


      3. Zonko’s Joke Shop
      Zonko memiliki banyak senjata ampuh bagi mereka yang gemar bersenang-senang dan menanggung resiko. Banyak barang-barang lelucon dan tipuan seperti Bom Kotoran, Permen Batuk, Sabun Telur Katak, Cangkir Teh Penggigit Hidung, Buku Soneta Penyihir, Telinga Terjulur, dan barang iseng lainnya. Kini Zonko sudah buka lagi sejak ditutup—terpaksa ditutup karena hancur berantakan oleh ulah Death Eaters—dengan barang-barang yang tetap dapat memenuhi imajinasi liar tukang lelucon.


      4. Gladrags Wizardwear
      Bersebelahan dengan Zonko’s Joke Shop. Seperti toko Madam Malkin namun bedanya, di toko ini menjual barang-barang yang tidak seelegan jubah-jubah buatan Madam Malkin. Bahkan disini bisa ditemukan kaus kaki butut yang nyaman. Cocok untuk kantung kering namun tetap menuntut kenyamanan dalam berpakaian, meski harus melupakan ’gaya’ untuk sementara.


      5. Scrivenshaft’s Quill Shop
      Terdapat di ujung pertigaan Hogsmeade, bersebelahan dengan Gladrags Wizardwear. Menjual pena-pena bulu yang paling hebat dan paling indah dengan warna yang bisa dipilih sendiri. Bulu buatannya paling bagus dengan harga yang pantas. Bulunya tidak menyebabkan alergi dan tidak menimbulkan bersin-bersin saking halusnya buatan Scrivenshaft.


      6. Madam Puddifoot’s
      Tempatnya para pasangan berkencan. Baik itu kencan pertama maupun kencan yang keberapa puluh kalinya. Madam Puddifoot’s adalah tempat minum teh kecil di ujung Hogsmeade (berbelok ke kiri dari Scrivenshaft’s) dan beruap. Segalanya didekorasi pita dan rimpel. Saat Valentine, dekorasi dipermanis dengan kerubi—malaikat kecil—keemasan yang suka menebarkan konfeti merah jambu di tiap meja pengunjung.

      7. Dervish and Banges
      Terdapat di seberang Scrivenshaft’s. Menjual dan menawarkan perbaikan barang-barang sihir dan gaib. Teropong Curiga Saku dapat ditemukan di toko ini. Mungkin malah HANYA di toko ini.


      8. The Hog’s Head
      Tempat minum paling suram dan paling kumuh. Terletak pertigaan ke arah kanan, di ujung jalan Hogsmeade. Jarang dikunjungi. Pemiliknya bernama Aberforth, sama suramnya seperti toko miliknya. Toko ini pernah menjadi markas saat pemberontakan Goblin tahun 1612. Biasanya para murid Hogwarts menghindari toko ini karena pengunjungnya rata-rata penyihir bertampang seram, meski belum tentu mereka jahat aau bagaimana.


      IV. Another Side
      Selain kedelapan toko tersebut, ada beberapa tempat lagi yang dapat dan TIDAK dapat dikunjungi, atau lebih tepatnya direkomendasikan JANGAN dikunjungi.


      1. Stasiun Hogsmeade
      Tempat yang paling dekat dengan Hogwarts. Tiap tahun kereta api uap merah Hogwarts Express mengantar dan menjemput para murid Hogwarts. Tersedia banyak kompartemen beserta trolley makanan yang berisi Bertie Botts, Permen Karet Drooble, Cokelat Kodok, Tongkat Likor, Bolu Kuali, dan Pastel Labu.


      2. Kantor Pos
      Memiliki 300 burung hantu yang siap mengirim pos maupun paket. Tiap burung hantu memiliki kode warna tersendiri tergantung berapa lama barang yang dapat diantarnya. Makin cepat makin mahal biayanya.


      3. Shrieking Shack
      Disebut juga Gubuk Menjerit, yang konon katanya selalu menjerit pada malam-malam tertentu terutama saat bulan purnama. Entah ini hanya legenda atau apa. Tempat ini termasuk tempat yang agak jauh meski sebenarnya dapat langsung ditemukan setelah melewati Stasiun Hogsmeade dan berbelok ke arah kiri. Sebaiknya tidak perlu masuk ke dalamnya karena apa pun bisa terjadi.


      Kesimpulan
      1. Hogsmeade adalah desa kecil yang sebenarnya menyimpan banyak kejadian seperti Pemberontakan Goblin dan lainnya yang belum saya temukan lagi dokumen lainnya.
      2. Telah terjadi perubahan kebijakan sejak tahun 1973 dan sistem keamanan yang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya sekaitan dengan tragedi tahun 1973.
      3. Siapkan kantung tebal dan tongkat untuk berjaga-jaga selama mengunjungi Hogsmeade.






      Diberdayakan oleh Blogger.

      Video

      Loading...

      Entri Populer

      Google+ Badge

      Google+ Followers

      message me here :)


      Translate

      this is me

      Pengikut

      Amazon MP3 Clips