Pasti Bisa

TAP TAP TAP
            Hoosh…hossh..hoosh…
            Putri berlari dengan cepat menaiki anak tangga sambil membawa kantong besar berisi penuh dengan pom-pom. Tanpa kenal lelah, dia lari tergesa-gesa dari lantai 4 ke aula yang ada di lantai 1. BRAKK…Sesampainya di aula,dia langsung menaruh begitu saja kantong yang berisi penuh dengan pom-pom tersebut tepat di depan sinta,sang ketua ekskul cheerleaders.
            “Tuh Sin,pom-pomnya!” Ujar putri ketus sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
            Sinta menyilangkan kedua tangannya.”Ck…Lama banget sih lo! Kaya gitu aja udah cape. Yaudah, semuanya, ambil pom-pom kalian masing-masing. Kita mulai latihan!”      
Mendengar perintah Sinta, sepuluh anggota cheerleaders langsung mengambil pom-pom dan berdiri di posisinya masing-masing,termasuk Putri. Putri dan yang lainnya lalu mengikuti gerakan-gerakan yang diajarkan Sinta. Tapi Putri tidak bisa mengikuti dengan baik gerakan yang diajarkan Sinta. Alhasil, Sinta-pun marah ketika melihatnya.
           “Putri,lo gimana sih?! Bisa ngikutin gak sih lo? Gue bingung sama lo,dari awal lo masuk ekskul ini tuh gerakan lo gak pernah ada yang bener! Gimana sih lo?!” Omel Sinta.
          “Maaf Sin, gue ga terlalu bisa nari,jadi maaf kalo gue gak terlalu bisa ngikutin gerakan yang lo ajarin dengan benar.”
          “Ah bodo lah, gue cape ngajarin lo! Masa yang lain pada bisa ngikutin,giliran lo ga bisa-bisa!”Omel Sinta lagi. “Udahlah, kalo emang lo begini terus,lo keluar aja dari ekskul ini!”
          “Apa Sin? Keluar?” Tanya Putri kaget, dia menarik nafas panjang. Dia langsung melempar pom-pom yang ia pegang.”Ok kalau emang lo maunya gue keluar. Gue akan keluar! Lagipula gue cape diomelin terus sama lo!”
          Putri lalu mengambil tasnya di pojok ruangan dan pergi ke luar aula. Tampangnya saat itu sangat bete. Dia sedikit berlari kecil pergi menuruni tangga ke lantai dasar. Namun langkah cepatnya terhenti di tangga lantai satu ketika ia mendengar suara seseorang bermain musik di ruang musik yang terletak di samping tangga. Dia berdiri terpaku di  tangga, hanyut dalam alunan melodi musik yang mengalir masuk ke telinga.  
Putri berjalan pelan ke ruang tersebut. Di depan ruang musik,dia mengintip dari sela-sela pintu yang terbuka sedikit. Di dalam ruang musik ada seorang perempuan sedang bermain biola. Putri berdiri diam di depan pintu mendengar permainannya. Namun tak sengaja, Putri mendorong pintu ruangan tersebut sehingga menimbulkan seuara. Perempuan yang sedang bermain biola itupun langsung berhenti bermain. Perempuan tersebut melongok ke arah pintu,lalu ia pergi menghampiri putri.
          “Kamu siapa?”Tanya perempuan tersebut ke putri.
          “Ss..Saya Putri. Ma…Maaf saya udah ganggu.” Jawab Putri pelan.
          “Ganggu? Iya,kamu memang mengganggu saya!”
          “Ma..ma..maaf..Bukan maksud saya untuk ganggu kamu. Saya hanya senang senang mendengar permainan biola kamu.”
          “Kamu bias main biola?” Tanya perempuan itu lagi. Putri menatap perempuan itu lalu mengangguk pelan.
          “Sedikit.”
          “Coba mainkan biola ini! Perintah perempuan itu sambil memberikan biola yang ia pegang ke Putri. Dengan sikap yang bingung,Putri mengambil biolanya,lalu mulai memainkannya.
         “Permainanmu cukup bagus,tapi kaku.” Ujar si perempuan itu. Dia menjulurkan tangannya.            “Kenalin,aku Anastacia,kamu bisa panggil aku Ana.”
Putri menjabat tangannya Ana.”Putri. Ini biola kamu. Kamu kelas berapa?”
Tanya Putri sembari mengembalikan biolanya Ana. Ana mengmbilnya. “Aku kelas XII IPA 3. Kamu sendiri kelas berapa?”
         “Kelas XI IPA 2.” Jawab Putri.”Maaf ka,aku kok gak pernah lihat kakak ya selama aku sekolah disini?”
Ana tertawa.”Aku tuh anak baru di sekolah ini. Pas kenaikan kelas XII kemarin aku baru pindah,makanya kamu gak pernah lihat aku. Oya, ngomong-ngomong kamu udah lama ya ga main biola? Soalnya gerakan tangan kamu saat menggesek biola kaku banget.”
         “Iya ka,emang aku udah 2 tahun ga pernah main biola,soalnya biola punyaku aku jual untuk biaya sekolahku.”
          “Jadi begitu. Tapi kamu masih mau gak main biola? Belajar lagi kaya dulu gitu? Soalnya tuh permainan biola kamu bagus loh.”
          “Mau banget ka,tapi belajar sama siapa? Biola aja aku gak puya..”
          “Belajar sama aku..” Ajak Ana. Dia tersenyum lebar ke Putri. Ana pergi menghampiri lemari yang ada di pojok belakang. Ana mengambil satu biola yang tersimpan disitu. Setelah itu dia menghampiri Putri lagi dan kemudian memberikan biola miliknya ke Putri.
           “Kita belajar sama-sama ya. Kamu pakai biola milik aku,sedangkan aku main pakai biola milik sekolah. Ini ada salah satu aransemen karya Mozart yang cukup mudah untuk dimainkan,apalagi aku tahu kalo grade kamu tuh udah lumayan lah,sekitar grade7 atau 8 kalau aku lihat dari permainan biola kamu.”
           “Ka Ana sok tahu grade aku berapa.” Ujar Putri sambil tertawa kecil. Dia melihat lembaran kertas yang ditunjukkan Ana. Kertas berisi aransemen not balok karya Mozart.”Horn Concerto no 2? Itu mah susah ka…gampang dari mana?!”
           “Udahlah,jangan bilang susah kalau belum dicoba. Ayo kita mulai. 1…2…3..” Perintah Ana. Dihitungan ketiga,serempak mereka berdua memainkan biola mereka masing-masing. Permainan Putri memang sedikit kaku,tapi itu tertutupi dengan permainan biolanya Ana. Alunan music yang mengalir dari gesekan biola  mereka sangat lembut.
JJJ
             Semenjak perkenalan mereka yang tidak sengaja itu, Putri dan Ana pun menjadi seorang sahabat. Hari-hari mereka disekolah pun selalu diisi dengan latihan biola bersama di ruang music. Walau tak setiap hari, mereka selalu menyempatkan diri untuk latihan bersama-sama. Berkat itu, sekarang gerakan tangan Putri sudah tidak kaku lagi. Bahkan,permainannya kini lebih bagus dari Ana. Namun saying,walaupun permainan biolanya sudah bagus,dia masih belum mempunyai biola. Dia sangat ingin membeli biola,tapi dia tidak punya cukup uang untuk embelinya. Karena itu,sampai sekarang dia selalu memakai biolanya Ana atau biola milik sekolah bila ingin latihan.
              “Tapi beruntungnya Putri,dia mempunyai sahabat yang sangat baik. Karena, dihari ulang tahunnya Ana memberikan hadiah sebuah biola untuk Putri. Betapa Putri sangat senang menerimanya.
              “Ka Ana…Makasih ka..makasih banget buat biolanya. Kakak baik banget sama aku. Aku harus ngebales kebaikan kakak dengan cara apa? Kakak udah terlalu baik sama aku..”
Ana tertawa kecil.”Kamu mau balas kebaikan aku?Mm…Boleh aja sih. Gimana kalau gini aja,kamu tampil di acara ualng tahun sekolah jadi pengisi acara. Kita featuring. Kamu harus mau! Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau balas kebaikan aku?hehehe:D”
             “A…apa? Tampil di acara ulang tahun sekolah? Ka Ana…Aku tampil gitu? Gak,gak,gak mau ka…Gak mau!”
            “Yaudah kalau emang gak mau. Biolanya sini balikin!”
            “Hah? Biolanya balikin? Ah…kakak jangan..”Rengek Putri.”Yaudah deh aku mau..”
           “Nah,gitu dong..hehehe.”
JJJ
            Hari gladi resik. Putri dating ke sekolah untuk gladi resik bersama ka Ana dan anak-anak dari ekskul lainnya yang ikut tampil menjadi pengisi acara. Saat di sekolah, Putri pergi ke ruang music, namun saan menaiki tangga ke lantai satu,dia dihadang Sinta.
           “Mau ngapain lo ke atas?” Tanya Sinta ketus.
          “Yam au gladi resik lah buat besok…” Jawab Putri.
           “Oh iya,lo juga jadi salah satu pengisi acara ya? Pasti karena lo minta sama Ka Ana. Secara gitu kalo minta sama anak ketua yayasan sekolah kita ini,apa sih yang gak bisa? Lagipula,apa coba yang mau lo tampilin? Lo kan gak punya kemampuan apa-apa!”
          “Lo tuh gak tahu gue! Jadi jangan pernah ngatain gue deh lo! Mending lo urusin diri lo aja,jangan ngurusin gue! MINGGIR!” ujar Putri ketus lalu pergi begitu saja melewati Sinta.
          “Kurang ajar lo put! Liat aja besok,semua orang pasti bakal ngetawain lo!”
JJJ
           Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Putri dan Ana sedang bersiap-siap di aula bersama-sama dengan ekskul lainnya. Mereka tampil di lapangan sekolah. Merka berdua akan tampil setelah penampilan dance, cheerleaders,dan perkusi.
           “Putri,kita udah di panggil,ayo cepet ke atas panggung!” Ujar Ana. Putri mengangguk pasti.
Mereka berduapun naik ke atas panggung. Tepuk tangan meriah mengikuti mereka.
            “Kami akan memainkan salah satu aransemen karya J.S. Bach yang berjudul Concerto Brudenberg no. 1. Selamat menyaksikan.”
            Mereka mulai memainkan biola mereka bersama-sama. Alunan melodi dari gesekan biola mereka mengalun dengan indah,menghipnotis para penonton yang mendengarnya. Suasana saat itu begitu sunyi,yang terdengar hanyalah music yang mendayu-dayu. Mereka sangat menjiwai permainan biola mereka. Namun, ditengah-tengah permainan, senar biola punya Putri putus. Sinta yang melihatnya dari kejauhan tertawa senang, karena penampilan Putri saat itu bisa dibilang gagal. Tapi, di sisi lain,ternyata Putri tidak langsung menghentikan permainannya,tetapi terus memainkan permainan biolanya dengan cara memetik senar biolanya yang tidak putus. Teknik itu adalah teknik dasar dalam bermain biola. Walau dia memainkan biolanya dengan cara dipetik, alunan melodi yang dilantunkan oleh petikkan biolanya Putri sangat indah. Begitu melihat Putri melakukan hal itu, Sinta tambah kesal.Dia langsung pergi dari tempat duduknya, karena tidak mau melihat penampilannya putri.
               Begitu Putri dan Anna selesai memainkan biola mereka, tepuk tangan yang diberikan penonton sangat meriah. Tak ada satupun dari mereka yang kecewa dengan penampilan Putri dan Anna. Setelah memberi hormat tanda terima kasih, Putri dan Anna langsung turun dari panggung.
              " Ka Anna, aku seneng banget,ternyata mereka semua senang dengan penampilan kita,walau tadi senar biolaku putus,tapi untungnya aku bisa mengatasinya ka..." Ujar Putri senang.
              " Iya, kakak juga seneng put, untungnya kamu bisa ngatasin masalah biola kamu ya." Jawab Anna. " Oya,bener kan apa yang kakak bilang,kalau kita mau bersungguh-sungguh,kita pasti bisa melakukannya!"
              " Iya ka. Kita pasti bisa kalu kita berniat...hehehe"


Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Loading...

Entri Populer

Google+ Badge

Google+ Followers

message me here :)


Translate

this is me

Pengikut

Amazon MP3 Clips