cerita hantu "1"

       Kalian pasti pernah mendengar kalau "di dunia ini kita gak sendiri." Yap.. segala sesuatu di dunia ini pasti berpasang-pasangan friends, termasuk "diri kita". Ibarat kata, ada malam dan siang, ada matahari dan bulan, ada cewek dan cowok, ada manusia dan hantu, dan lain sebagainya. Disini gue bukannya mau buat kalian takut, tapi gue cuma mau ngingetin aja bagi kalian yang "gak percaya" sama yang namanya hantu. Secara gak sadar, mereka tinggal di satu tempat dengan kita, walau dimensi mereka yang berbeda, tapi mereka ADA dan melihat kita. Dan...... inilah kisah gue dengan "mereka".

        Cerita ini berawal ketika gue kelas 10, setiap akhir semester di kelas 10 ini sekolah gue selalu mengadakan yang namanya lomba pensi antar kelas, dan kelas gue pastinya ikut. Sebelum hari H, kelas gue ngadain yang namanya gladi resik dan kegiatan itu berlangsung sampai malam. Waktu itu gue dan teman-teman (dyah, sintya, yurida, dan havina) gue baru aja salat maghrib dan setelahnya kami-pun kembali ke aula yang letaknya ada di lantai 2. Sesampainya di aula, gue dan teman-teman gue pun masuk giliran untuk gladi resik. Saat itu gue main di drama. Setelah giliran gue dan teman-teman gue untuk gladi resik selesai, kami-pun duduk di kursi penonton paling belakang yang sebelumnya memang sudah kelas kami siapkan. Waktu itu yang duduk di kursi cuma gue dan dyah, sedangkan yang lainnya berdiri di belakang kami. Untuk sesaat kita terpaku melihat penampilan teman-teman kami yang sedang gladi resik di atas panggung sebelum teman gue, dyah menepuk-nepuk paha-ku. gue pun menoleh kearahnya karena merasa terganggu juga ditepuk-tepuk kaya gitu.
       "apaan sih dy?" tanyaku sedikit kesal.
       "lu liat deh di pintu, ada siapa deh? orang atau bukan sih?" tanyanya balik, berbisik di telinga gue. Karena penasaran dengan ucapannya, gue-pun menoleh ke pintu belakang aula yang memang letaknya sekitar 1,5 meter di samping kami. Jujur aja, saat itu memang ada seseorang yang mengintip ke dalam dan sepertinya melihat ke arah kami berlima, gue sempat menatapnya untuk beberapa detik sampai ketika seseorang yang lebih terlihat seperti bayangan itu langsung menarik kepalanya ke belakang pintu seperti seseorang yang baru saja ketahuan sedang mengintip. Pada saat itu aku hanya berpikir kalau "dia" adalah teman gue yang namanya Tommy atau aryo yang memang saat itu sedang turun ke bawah untuk mengambil kabel listrik dan berniat menakut-nakuti kami.
       "orang kali di... keliatannya kaya anak seumuran kita kok. paling aryo atau tommy." 
       "Mudah-mudahan aja deh." jawab dyah yang terlihat takut. "tapi tadi gue sempet liat mukanya tau dhi. serem tau... kaya joker gitu."
       "mungkin cuma perasaan lu aja kali dy." kataku mencoba menenangkan. 
       "Mungkin kali ya dhi." ucapnya. Dyah-pun kembali menonton teman-teman kami yang ada di depan. tapi tidak sampai situ aja. Baru beberapa saat kami menonton, tiba-tiba saja gue ngerasa kalau ada yang memperhatikan. dengan sedikit ragu, gue pun menoleh ke arah pintu belakang aula dan tepat saat gue menoleh, ada seseorang yang mengintip ke dalam. dengan ragu, gue mencolek dyah dan menyuruhnya untuk melihat ke pintu aula, dan tepat saat dyah menoleh, orang yang mengintip kami langsung menarik kepalanya. gue dan dyah langsung berpandangan.
       "itu siapa?" tanayku dan dyah berbarengan. Kami-pun langsung brtanya ke teman-teman kami yang ada di belakang tentang sang pengintip tadi. Yurida, havina, dan sintya memang sempat menoleh ke pintu saat gue dan dyah menoleh ke pintu bersama-sama. tapi mereka tidak melihat siapa-siapa di situ. Mendengar hal itu, aku dan dyah jadi takut sendiri. gue sih mencoba untuk tetap berpositive thinking, akhirnya gue pergi menemui semua teman-teman gue yang cowok dan menanyakan mereka satu persatu apakah mereka tadi mengintip kami dari pintu belakang, dan semua dari teman-temanku mengatakan kalau mereka tadi tidak ada yang keluar dari aula, sedangkan tommy dan aryo baru kembali dari bawah setelah gue selesai menanyakan semua teman-teman gue. Gue benar-benar bingung saat itu, kalau teman-teman gue gak ada yang keluar aula, sedangkan tommy dan aryo baru keatas setelah kejadian itu, terus yang ngintip tadi siapa?
       
gue baru tahu fakta tentang si pengintip itu keesokan harinya. Ternyata di sekolah gue itu adalah sekolah yang cukup banyak "penghuninya", dan tempat paling banyak itu ada di lantai 2. Disekolahku sempat beberapa kali ada penampakan, salah satunya temanku Ani yang sempat pernah melihat seorang anak perempuan menggunakan seragam sma mengintip dari balik tiang yang ada di koridor, dan ternyata si pengintip itu adalah dia dan itu adalah awal dari cerita seram gue yang lainnya....

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Video

Loading...

Entri Populer

Google+ Badge

Google+ Followers

message me here :)


Translate

this is me

Pengikut

Amazon MP3 Clips